Jumat, 18 Juni 2010

Hujan Lebat, Orchard Road Singapura Banjir

Singapura (SIB)
Banjir di Jakarta biasa, tapi tidak biasa di Orchard Road. Pusat bisnis di Singapura langganan orang Indonesia belanja itu, Rabu pagi dilanda banjir. Genangan air di jalan raya mencapai setengah meter setelah hujan lebat mengguyur.
Akibat genangan air itu, dua jalur yakni Stevens dan Evans tidak dapat dilalui. Bahkan sejumlah mobil mogok di jalur tersebut karena terendam air.
Demikian dilansir Straitstimes, Rabu (16/6).
Selain jalan raya, air juga menggenangi kawasan Serene Center di area Bukit Timah. Di kawasan yang sedang marak pembangunan kontruksi ini, air keruh karena bercampur dengan lumpur.
Area umum di depan Ion Orchard dan Ngee Ann City juga digenangi air hingga mata kaki.
Orchard Road Banjir, Singapore Expo Lebih Sepi
Singapura dilanda hujan deras yang menyebabakan banjir dan kemacetan di beberapa ruas jalan. Singapore Expo pun lebih sepi.
Berdasar informasi yang didapat detikcom dari lokasi kejadian, jalan-jalan utama seperti Scott, Newton Circus, dan Orchad, mengalami banjir hampir setinggi lutut, Selasa (16/6).
Ruas jalan di sekitar Changi Road nampak dipenuhi pekerja yang mengeluhkan keterlambatan mereka karena hujan. “Hujan seperti ini menghambat pekerjaan. Sebaiknya anda menggunakan MRT,” papar seorang pekerja yang kebetulan menunggu taksi menuju Orchad.
Informasi terakhir yang didapat detikcom dari petugas keamanan setempat, Dunearn Road tak dapat dilalui kendaraan karena kemacetan akibat banjir.
Sementara itu, Singapore Expo nampak lebih sepi dibanding saat pembukaan lalu. Beberapa pusat makanan di depan gedung pameran tampak tak melakukan aktivitas karena hujan lebat ini.
Banjir di Prancis Tewaskan 6 Orang, 3 Orang Hilang
Selain Singapura, banjir juga melanda wilayah Cote d’Azur, Prancis selatan. Akibatnya, enam orang tewas. Tiga orang lainnya hingga kini belum ditemukan.
Banjir tersebut dipicu oleh hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut. Permukaan air meningkat dengan cepat hingga menimbulkan banjir. Saking cepatnya, permukaan air meningkat beberapa meter hanya dalam waktu singkat.
Warga setempat mencoba menyelamatkan diri dengan berlindung di atap-atap rumah mereka. Dari enam korban tewas, tiga korban meninggal di Kota Draguignan dan seorang wanita meninggal di Kota Luc. Dua korban tewas lainnya terjadi di Kota Muy dan Arcs.
Demikian disampaikan pejabat wilayah setempat, Olivier de Mazieres kepada kantor berita AFP, Rabu (16/6).
Dikatakan Mazieres, para petugas penyelamat saat ini fokus untuk menolong hampir 900 orang yang terperangkap di kendaraan-kendaraan, rumah ataupun atap-atap rumah mereka.
Sejumlah helikopter telah menerbangkan beberapa orang ke tempat yang aman.
“Kami belum pernah melihat hal seperti ini dalam satu dekade,” kata pejabat tinggi di Var, Hugues Parant.Lebih dari seribu orang terlibat dalam operasi penyelamatan, termasuk ratusan orang yang didatangkan dari wilayah lain. Akibat banjir ini, sekitar 175.000 rumah di wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik.
Lalu lintas Jalan Protokol di Singapura Macet Parah
Kembali ke Singapura, hujan deras selama kurang lebih satu jam membuat kawasan Orchard, Singapura, digenangi air hingga setengah meter lebih. Akibatnya, lalu lintas di Singapura terutama yang berhubungan dengan Orchard, macet parah.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan Orchard Road dan Scotts Road tidak dapat dilalui.
Sejumlah jalur utama si Singapura termasuk Coronation Road West, Fourth Avenue, Kings Road, Kheam Hock Road dan Veerasamy Road pun terkena imbasnya. Lalu lintas di jalan-jalan itu sungguh macet parah.
Kendaraan-kendaraan melaju sangat lambat. Bahkan sejumlah kendaraan terpaksa berhenti. Petugas tampak mengatur lalu lintas dan memberikan tempat untuk pengemudi sepeda motor.
Hujan deras mengguyur Singapura sejak pagi. Sejumlah mobil dan penumpangnya terjebak di Orchard Road sehingga harus dievakuasi.
Warga Singapura Tak Percaya Orchard Kebanjiran
Tanpa pernah diduga, Orchard Road di Singapura bisa kebanjiran akibat hujan deras. Warga Negeri Singa itu tidak mempercayai kenyataan ini. Warga Singapura mengungkapkan keheranannya, nyaris tidak percaya.
“Serious Orchard Road flood?” tanya Sharonmeiyan, Rabu (16/6).
Bagi mereka, ini adalah pertama kalinya Orchard Road kebanjiran. “Why the flood at Orchard Road so bad? First time I see like that. Scary,” kata WilsonLaiLai.
Beberapa warga Singapura mencoba mengaitkannya dengan dampak pemanasan global atau ketidakbecusan pemerintah setempat. “Global warming, flash flood or municipal incompetence?” tanya Clemtan.
Mereka pun saling berbagi foto banjir di kawasan Orchard Road. Akibat banjir setengah meter, sejumlah mobil mogok di jalur tersebut karena terendam air.
Selain jalan raya, air juga menggenangi kawasan Serene Center di area Bukit Timah. Di kawasan yang sedang marak pembangunan kontruksi ini, air keruh karena bercampur dengan lumpur. Area umum di depan Ion Orchard dan Ngee Ann City juga digenangi air hingga mata kaki.
Sejumlah Mobil dan Penumpang Terjebak
Sejumlah mobil dan penumpangnya terjebak banjir di kawasan bisnis di Singapura, Orchard Road. Petugas berusaha mengeluarkan penumpang dari dalam mobil.
“Di antara Lido, mobil-mobil itu tidak bisa melaju, sepertinya ada petugas yang menyelamatkan mereka keluar dari mobil,” kata Devika Misra, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (16/6).
Mobil mogok juga dijumpai di sekitar Goldbell Towers. Seorang penelepon menyatakan, pengendara motor terpaksa berbalik arah untuk mencari jalan alternatif.
“Airnya dalam sekali. Semua orang berhenti di sekitar Jalan Bukit Timah,” kata penelepon itu.
Selain Orchard Road, jalan-jalan utama di kota maju yang memiliki sistem drainase moderen itu juga kebanjiran. Banjir melanda setelah hujan lebat mengguyur sejak pagi. Ketinggian banjir mencapai setengah meter lebih. Akibat peristiwa ini, aktivitas bisnis di Orchard Road dan jalan-jalan lainnya terganggu. (detikcom/n)


Sumber : http://hariansib.com/?p=126205

Perjalanan Hidup


Dalam suatu perjalanan hidup, cita-cita terbesar adalah menuju kesempurnaan. Ada kalanya kita mesti berjuang, serta belajar menyingkap segala rahasia kehidupan.
Perjalanan menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan setiap tapak langkah kita. Setiap hembusan nafas, detik jantung, dari siang menuju malam. Semua menuju titik yang sama, kesempurnaan.
Setiap insan mempunyai hak yang sama atas waktu. Tidak ada seorangpun melebihi dari yang lain. Namun tak jarang setiap kita berbeda dalam menentukan sikapnya. Ada yang berjuang untuk melaluinya dengan membunuh waktu. Tidak pula sedikit yang merasakan sempitnya kesempatan yang dia ada.
Apa rahsia terbesar dalam hidup ini? Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.
Jean-Francois Champollion dicatat dalam sejarah dunia sebagai orang pertama yang berhasil membaca huruf Mesir kuno yang telah dilupakan ribuan tahun. Ternyata kemampuannya ini didukung oleh pengetahuan bahasa yang telah dikembangkannya sejak kecil ketika berusia 11 tahun, Champollion telah menguasai bahasa Latin, Yunani, dan Ibrani. Dua tahun kemudian ia juga mempelajari bahasa Arab, Syria, Chaldea, dan Koptik.
Di tahun 1822, pada usia 32 tahun, Champollion selesai menterjemahkan batu Rosetta yang menjadi kunci pembacaan naskah Hieroglif Mesir kuno.
Hidup ini merupakan proses pembelajaran menuju lebih baik dan memahami akan cinta yang Allah SWT berikan buat manusia di dunia ini.
Note : 
Rahasia terbesar dalam hidup: Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.



Sumber : http://safruddin.wordpress.com/2008/03/31/perjalanan-hidup/

Kisah Seorang Ibu


Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wouw… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.
Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu??Bagaimana dengan kakak adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.””
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ” anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”
Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “
Apakah kamu mau tahu jawabannya??????…
Please scroll….
.
.
.
.
…Please scroll
.
.
.
….Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
” Ooo …tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”
Note :
Pelajaran Hari Ini : Semua orang di dunia ini penting. Buka matamu, pikiranmu, hatimu. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita membaca buku itu sampai selesai. Orang bijak berbicara “Hal yang paling penting adalah bukanlah SIAPAKAH KAMU tetapi APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN”