Rabu, 25 Mei 2011

Motif Sosial

Pada saat saya mengikuti sebuah training, ternyata ada beberapa Motif Sosial yang dimiliki oleh manusia.
yaitu 3 Motif Sosial :
  1. Need of Power
  2. Need of Affiliation
  3. Need of Achievement
Saya akan menjabarkan apa-apa saja yang termasuk ke dalam Need of  Power
  • Menunjukkan akan minat kekuasaan
  • Suka mempengaruhi orang lain
  • Mengendalikan orang lain
  • Mencoba membantu orang lain, meskipun tidak diminta
  • Berbuat sesuatu yang menimbulkan persaan kuat
  • Suka mengatur, disiplin tinggi
  • Ingin dihormati, diakui, dihargai
  • Perasaan mudah tersentuh(ekstern, sensitif)
  • Berpendirian teguh
  • Peka terhadap interpersonale
Dari situ saya berfikir bahwa dari hal-hal yang termasuk didalamnya, ternyata ada beberapa karakter yang saya miliki, dan pastinya pun kita semua memiliki beberapa karakter seperti yang disebutkan diatas.
Gali terus potensi anda. Good Luck ^_^


Analisis Topik Pengintegrasian Teknologi Informasi dalam Kelas.

Nama Kelompok : Muhammad Mikdar (11108344)
Nandang Rahmansyah (11108400)
Tri fajar subekti (11108961)
Kelas :3ka09



Makalah ini meneliti tentang masalah kemampuan menggunakan sanding kata bahasa Indonesia dengan tepat.

Pendahuluan : sanding kata dalam tutur atau tulisan merupakan salah satu kemampuan yang digunakan untuk menghasilkan tutur atau tulisan yang baik. Biasanya para pelajar bahasa asing sering kesulitan dalam menyandingkan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia, hal ini dikarenakan kurang mampunya memprediksi apakah sanding kata yang ia gunakan dapat diterima atau tidak misalnya ‘berenang di laut’ atau ‘berenang di dalam laut’ dsb.


Uraian : sanding kata dapat didefinisikan sebagai perkawinan atau persahabatan. Misalnya kata lahap yang sering disandingkan dengan kata makan tapi tidak dapat disandingkan dengan kata belajar. Sanding kata berbeda dengan kata majemuk maupun idiom. Kata majemuk adalah penggabungan kata yang struktur letaknya tidak dapat dirubah,sedangkan idiom adalah ungkapan yang tidak masuk akal dan bisa membentuk makna baru. Setiap bahasa mempunyai aturan sanding kata masing-masing dalam bahasa Indonesia kata mati dapat disandingkan dengan kata lampu. Semakin umum kata yang digunakan semakin luas jangkauan sanding katanya. Dengan Google yang jangkauan kalimatnya luas dapat dijadikan solusi bagi para pelajar Indonesia untuk mengatasi sanding kata.,tetapi para pelajar harus memastikan sanding kata yang tepat dalam Google misalnya dengan menggunakan penutur bahasa Indonesia yang lebih teratur.

Kesimpulan : Dari uraian dalam kesimpulan ini sejalan dengan latar belakang masalah yang dihadapi pemelajar BIPA yaitu kemampuan menggunakan sanding kata bahasa Indonesia dengan tepat. Hal ini disebabkan karena sanding kata bahasa ibu pemelajar tidak bisa diterjemahkan secara harfiah ke bahasa Indonesia. Misalnya, bila pemelajar bahasa Inggris hendak menerjemahkan secara harfiah sanding kata ‘catch the bus’ atau ‘take an exam’, maka hasilnya akan sangat lucu dalam bahasa Indonesia: ‘menangkap taksi’ dan ‘mengambil ujian’. Untuk mengatasi masalah sanding kata yang dihadapi pemelajar BIPA, mesin pencari Google, sebagai penyedia korpus sanding kata bahasa Indonesia, dapat dimanfaatkan dengan sangat mudah. Mesin pencari Google dapat dimanfaatkan kapan saja dan di mana saja, selama ada hubungan internet. Pemelajar dan guru bahasa Indonesia untuk pemelajar asing dapat menggunakan korpus dalam Google guna mengatasi masalah sanding kata apa saja dalam bahasa Indonesia.
Daftar Pustaka : Penulisan Daftar Pustaka sudah sesuai dengan kaidah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

ANALISIS MODEL KAIDAH PEMENGGALAN SUKU PERTAMA PADA KATA BAHASA INDONESIA: KASUS PADA HURUF AWAL B

Nama Kelompok : Muhammad Mikdar (11108344)
Nandang Rahmansyah (11108400)
Tri fajar subekti (11108961)
Kelas :3ka09



Pendahuluan : Dari analisa yang kami lakukan dalam artikel ini, dalam pendahuluan tidak terdapat kesalahan dalam penulisan. Tetapi ada beberapa point penting yang kurang baik yaitu terlalu banyak kosa kata asing yang digunakan. Seharusnya sebisa mungkin menggunakan padanan kata dalam Bahasa Indonesia.

Isi : penulisan isi pada tulisan ini keseluruhannya sudah baik , penulis bisa menempatkan kata-kata dengan tepat, hanya saja penggunaan bahasa penjelasannya masih sulit dimengerti para pembaca artikel ini.

Kesimpulan : Dari uraian kesimpulan ternyata tidak memberikan jawaban masalah dari pendahuluan misalnya pengenalan kata oleh computer melalui kaidah tertentu.

Daftar pustaka : penulisan daftar pustaka menggunakan cara penomoran terurut sehingga memudahkan pembaca menemukan jawabannya.